Friday, May 24, 2013

Pemahaman Tentang Website



Definisi Website
Sebuah situs web (sering pula disingkat menjadi situs saja; web site, site) adalah sebutan bagi sekelompok halaman web (web page), yang umumnya merupakan bagian dari suatu nama domain (domain name) atau subdomain di World Wide Web (WWW) di Internet. WWW terdiri dari seluruh situs web yang tersedia kepada publik. Halaman-halaman sebuah situs web diakses dari sebuah URL (Uniform Resource Locator) yang menjadi "akar" (root), yang disebut homepage (halaman induk; sering diterjemahkan menjadi "beranda", "halaman
muka"),dan biasanya disimpan dalam server yang sama, (http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php).
Secara terminologi, website adalah kumpulan dari halaman-halaman situs,yang biasanya terangkum dalam sebuah domain atau subdomain, yang tempatnya berada di dalam World Wide Web (WWW) di Internet. Sebuah web page adalah dokumen yang ditulis dalam format HTML (Hyper Text Markup Language) adalah suatu bahasa yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, yang hampir selalu bisa diakses melalui HTTP (Hypertext Transfer Protocol), yaitu protokol yang menyampaikan informasi dari server website untuk ditampilkan kepada para pemakai melalui web browser. Semua publikasi dari website-website tersebut dapat membentuk sebuah jaringan informasi yang sangat besar. www adalah ruang informasi yang sangat berguna dan diakses oleh user melalui browser, dengan adanya www kita bisa menerima berbagai macam informasi dalam berbagai format. Browser merupakan suatu aplikasi atau program yang berfungsi untuk menampilkan informasi baik teks, gambar, suara, animasi, bahkan sekarang telah banyak bermunculan video streaming untuk menampilkan acara televisi dan musik. Browser pertamakali dibuat berbasiskan teks.
Halaman-halaman dari website akan bisa diakses melalui sebuah URL yang biasa disebut Homepage. URL ini mengatur halaman-halaman situs untuk menjadi sebuah hirarki, meskipun, hyperlink-hyperlink yang ada di halaman tersebut mengatur para pembaca dan memberitahu mereka sususan keseluruhan dan bagaimana arus informasi ini berjalan. Beberapa website membutuhkan subskripsi (data masukan) agar para user bisa mengakses sebagian ataukeseluruhan isi website tersebut. Contohnya, ada beberapa situs-situs bisnis, situssituse-mail gratisan, yang membutuhkan subkripsi agar kita bisa mengakses itu  tersebut
.Plugin tersedia untuk menambah banyaknya feature dan kemampuan dariweb browser, dimana, plugin ini dipakai untuk membuka content yang biasanya berupa cuplikan dari gambar bergerak (active content) contohnya adalah Flash, Shockwave atau applets yang ditulis dalam bahasa Java. Dynamic HTML juga menyediakan untuk user supaya dia bisa secara interaktif dan realtime, mengupdate di web page tersebut (catatan; halaman yang dirubah, tak perlu di load atau di reloaded agar perubahannya dapat dilihat), biasanya perubahan yang dilakukan mereka memakai DOM (Document Object Model) dan Javascript yang sudah tersedia pada semua web browser sekarang ini.
Pada bulan Maret tahun 1989, Berners-Lee, seorang lulusan Oxford University yang berkebangsaan Inggris, mengajukan proposal tentang suatu sistem berbasis hypertext yang memungkinkan para peneliti fisika bisa berbagi informasi secara efisien dan efektif. Proposal yang diberi judul “HyperText and CERN”. Sedangkan website yang tersambung dengan jaringan, pertamakali muncul pada tahun 1991. Maksud dari Tim ketika membuat website, adalah untuk mempermudah tukar menukar dan memperbarui informasi kepada sesama peneliti di tempat dia bekerja. Pada tanggal 30 April 1993, CERN (tempat dimana Tim bekerja), yaitu kependekan dari Conseil Europeen Pour la Recherche Nucleire menginformasikan bahwa WWW dapat digunakan secara gratis oleh semua orang.
Sebuah website bisa berupa hasil kerja dari perorangan atau individu, atau menunjukkan kepemilikan dari sebuah organisasi, perusahaan, dan biasanya website itu menujukkan beberapa topik khusus, atau kepentingan tertentu. Sebuah website bisa berisi hyperlink yang menghubungkan ke website lain, jadi kadangkala perbedaan antara website yang dibuat oleh individu perseorangan dengan website yang dibuat oleh organisasi bisnis bisa saja tidak terlihat.
Cara kerja website
Di akses melalui sebuah program software yang biasa disebut dengan web browser, yang dikenal juga dengan HTTP Client. Halaman web dapat dilihat atau diakses melalui jaringan komputer dan internet, perangkatnya bisa saja berupa Personal Computer, Laptop Computer, PDA ataupun Cellphone. Sebuah website dibuat di dalam sebuah sistem komputer yang dikenal dengan Web Server, juga disebut HTTP Server, dan pengertian ini juga bisa menunjuk pada software yang dipakai untuk menjalankan sistem ini, yang kemudian menerima lalu mengirimkan halaman-halaman yang diperlukan untuk merespon permintaan dari pengguna. Apache adalah piranti lunak yang biasa digunakan dalam sebuah web
server, kemudian setelah itu adalah Microsoft Internet Information Server (IIS).
Kegunaan Website
Ada dua jenis website yang ada sekarang, yaitu static website dan dynamic website. Dua-duanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Di bawah ini akan  dijelaskan beberapa pengertian dari static website dan dynamic website, senagai berikut :
a. Static website (website statik) adalah website yang isinya dirancang untuk sering berubah dan secara manual dan biasa juga dikelola perorangan dengan menggunakan beberapa software editor.
b. Dinamic website (website dinamis) adalah website yang isi dan informasinya dirancang untuk sering berubah.
Ketika web-server menerima perintah untuk menampilkan sesuatu dalam web-page, maka web-page akan merespon perintah tersebut, contohnya ; website dapat menampilkan status dialog antar user, memonitor situasi yang terjadi atau menyediakan informasi yang diminta oleh individual user. Beberapa system software yang dapat digunakan untuk menunjang dalam pembuatan dynamic website antara lain : PHP (Hypertext Preprocessor), ASP (Active Server Pages) dan JSP, CFML, ini adalah contoh-contoh server side scripting. Server side berarti berjalan di server bukan di web browser client. Ketika request datang dari
client, web-server akan memerintahkan server side scripting meng-generate HTML untuk dikirim-kan kepada web browser client, (http://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php).
Cara Membuat Website
Cara membuat website tergantung dari masing-masing software yang digunakan dari mulai menggunakan joomla, frontpage, PHP, wordpress, CSS, dreamweaver dan photoshop. Semua adalah kelebihan serta kekurangannya,
Website yang Baik Memiliki Beberapa Kriteria
Website yang baik tidak hanya terbatas pada masalah design dan art, tetapi juga harus menganut methodology, standar-standar baku pemrograman yang telah ada. Hal ini penting karena begitu banyak hal yang dapat mempengaruhi mutu dari sebuah website, seperti :
1. Compatibility-nya dengan berbagai macam IE (Internet Explorer)
2. Performance (Speed, Capacity, dan throughput)
3. Modularity, ini untuk memudahkan jika website ini dikemudian hari akan berkembang.
4. User Friendly, bagaimana sebuah sistem navigasi dari sebuah Website
tidak membingungkan pengunjung website tersebut.
SEO (Search Engine Optimization)
Membuat website yang benar-benar sempurna memang sangat sulit dicapai. Namun, ada beberapa hal dasar yang perlu diperhatikan dalam merancang sebuah website agar dianggap layak tayang di search engine dan mampu bersaing di dunia maya. Kuncinya terletak pada kode-kode HTML yang ada di balik halaman web Anda.

Software Website
Software Website, diantaranya :
a. PHP adalah singkatan berulang dari "PHP Hypertext Preprocessor". PHP merupakan  bahasa pemrograman yang memungkinkan para pengembang web untuk membuat konten web yang dinamis dan dapat berinteraksi dengan database. PHP merupakan bahasa pemrograman yang bersifat Open Source. Teknologi PHP disebut dengan bahasa pengkodean server side, karena pemrosesan kode dilakukan di server web mana saja (Apache, IIS dan lainnya) dan pengguna cukup mendapatkan hasilnya di tampilan browser. Pemanfaatan  teknologi Internet saat ini sudah semakin meningkat. Salah satu pengembangan teknologi yang cukup dominan dan sangat diminati adalah PHP. Teknologi PHP ini bersifat andal,  sudah diimplementasikan dan fleksibel, selain itu PHP bisa digunakan untuk membuat  website dinamis, contohnya website yang berbasis CMS.
b. HTML (Hypertext Markup Language) adalah suatu bahasa yang digunakan untuk             membuat sebuah halaman web. HTML itu adalah bahasa yang fleksibel karena tidak  tergantung pada suatu platform tertentu.
c. CSS atau Cascading Style Sheet secara sederhana adalah sebuah metode yang digunakan untuk mempersingkat penulisan tag HTML seperti font, color, text, tabel menjadi lebih ringkas sehingga tidak terjadi pengulangan penulisan. CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen.
d. Bahasa pemograman javascript biasanya digunakan untuk hal-hal tertentu dalam sebuah website, misalnya saja untuk membuat validasi pada form pendaftaran, form login, buku tamu (guest book), animasi sederhana (bukan flash) dan pengaturan-pengaturan lainnya.

Wednesday, May 22, 2013

Belajar PHP

HYPERTEXT PREPROCESSOR

 Memulai PHP

Kita bisa menggunakan Notepad untuk membuat script PHP, meskipun ada software editor lain yang lebih canggih misalnya PHP Designer, dll. Kode PHP diawali dengan tanda <? dan diakhiri dengan ?>. Cara lain adalah diawali dengan <?php dan diakhiridengan ?>.

Berikut contoh script PHP sederhana:
coba1.php
<?PHP
echo "Ini adalah script PHP saya yang pertama<BR>";
echo "Saya sedang belajar PHP";
?>
Simpan dan jalankan di browser, lihat apa yang tampak. Fungsi echo adalah
mencetak terhadap teks yang diapit oleh tanda " ke dalam browser. Script PHP bisa juga ditulis dalam tag HTML.
coba2.php
<html>
<head><title>contoh script PHP dalam html</head>
</head>
<body>
<?PHP Echo "ini adalah teks yang disisipkan ke dalam tag HTML"; ?>
</body>
</html>

 Mengenal Variabel

Dalam PHP, variabel yang akan digunakan tidak didefinisikan terlebih dahulu. Variabe ldalam PHP bersifat case-sensitive artinya besar kecil huruf berpengaruh. Setiap nama variabel dalam PHP diawali dengan $. Contoh $variabel1, $var1, $var2. Perlu diingat bahwa $VAR10 itu berbeda dengan $Var10 (ingat sifat case-sensitive).
Contoh script
var1.php
<?PHP
$a = 100;
$b = 50;
$c = $a+$b;
echo "Isi dari variabel a = $a<br>";
echo "Isi dari variabel b = $b<br>";
echo "a + b = $c";
?>
Lihat apa yang tampak!! Bagaimana bila kita ingin mencetak di browser $a?? sertakan tanda \$ di depan a. Sehingga scriptnya menjadi
var2.php
<?PHP
$a = 100;
$b = 50;
$c = $a+$b;
echo "Isi dari variabel \$a = $a<br>";
echo "Isi dari variabel \$b = $b<br>";
echo "\$a + \$b = $c";
?>
Bandingkan perbedaan tampilan dari var1.php dengan var2.php!
1.      Tipe data variable

Pada contoh var1.php dan var2.php di atas, tipe data dari variabel $a, $b, dan $cadalah integer (bulat) karena assignment terhadap ketiganya melibatkan bilangan
bulat (100, 50, serta 100+50). Berikut contoh variabel yang bertipe data real.
var3.php
<?PHP
$x = 1.25;
$y = 10;
$z = $x+$y;
echo "Isi dari variabel \$x = $x<br>";
echo "Isi dari variabel \$y = $y<br>";
echo "\$x + \$y = $z";
?>
Pada contoh diatas, variabel $x bertipe data real karena diassign oleh nilai 1.25 (real), akan tetapi $y bertipe data integer karena diassign oleh nilai 10 (integer).
Sedangkan $z bertipe data real karena real+integer dihasilkan real. Untuk assignment dengan tipe data string/char, perhatikan contoh berikut:
var4.php
<?PHP
$text1 = "Pemrograman web";
$text2 = "dengan PHP";
echo "Isi dari variabel \$text1 = $text1<br>";
echo "Isi dari variabel \$text2 = $text2<br>";
echo "Gabungan dari \$text1 dan \$text2 adalah = $text1 $text2";
?>
2. Menerima masukan user
Secara umum masukan dari user melalui sebuah form yang kemudian akan
disubmit untuk selanjutnya diproses oleh script PHP, dan akhirnya diperoleh suatu
output yang ditampilkan pada browser. Sebagai contoh, kita akan membuat aplikasi
web interaktif yang meminta user memasukkan 2 buah bilangan sebarang,
kemudian script PHP akan memberikan output hasil jumlahan 2 buah bilangan
tersebut. Untuk itu, terlebih dahulu kita membuat form dan simpan sebagai file form.html
form.html
<html>
<head><title>Form Penjumlahan</title></head>
<body>
<form method=post action=form.php>
Bilangan pertama <input type=text name=bil1><br>
Bilangan kedua <input type=text name=bil2><br>
<input type=submit name=submit value=Jumlahkan>
<input type=reset name=reset value=Hapus>
</form>
</body>
</html>
Sedangkan script untuk pengolahan input (form.php) isinya adalah sbb:
form.php
<?PHP
$bil1=$_POST['bil1'];
$bil2=$_POST['bil2'];
$hasil = $bil1 + $bil2;
echo "Hasil jumlahan adalah $hasil";
?>
Perhatikan isi dari form.html di atas! Pada bagian action diisi oleh form.php, ini artinya ketika tombol submit/jumlahkan diklik maka selanjutnya input bil1 dan bil2 (dari name) dikirim ke file form.php untuk diproses. Selain menggunakan form
untuk memberikan input, kita juga bisa menggunakan url untuk memberikan input.
Coba ketikkan url berikut pada address browser Anda http://…/form.php?bil1=10&&bil2=50
Maksud dari url tersebut adalah memanggil file form.php serta memberikan nilai
pada variabel bil1 dan bil2 dalam file tersebut dengan nilai masing-masing 10 dan
50. Selanjutnya browser akan menampilkan hasil jumlahan yang adalah 60.

3. Operator Aritmatika
+ : penjumlahan
- : pengurangan
* : perkalian
/ : pembagian
% : modulo
++ : increment, contoh: a++ sama artinya dengan a = a+1
-- : decrement, contoh: a-- sama artinya dengan a = a-1

4. Operator Logika
&& : and
|| : or
== : sama dengan
!= : tidak sama dengan
< : lebih kecil
> : lebih besar
<= : lebih kecil sama dengan
>= : lebih besar sama dengan
XOR : xor (exclusive OR)

C. Struktur Kontrol
Seperti halnya bahasa pemrograman yang lain, struktur kontrol pada PHP meliputi kondisional (IF … ) dan looping/perulangan.
1. Kondisiona l
Ada 3 macam tipe kondisional, yaitu
· IF…
· IF… ELSE …
· SWITCH
Berikut penjelasan dari tipe pengkondisian diatas :
a. IF
Sintaks:
IF (kondisi)
{
Aksi
}
Keterangan: Aksi akan dijalankan apabila kondisi bernilai TRUE.
Contoh:
File : if1.php
<?PHP
$x = 100;
$y = 150;
if ($x < $y)
{
echo "y lebih besar daripada x";
}
?>

b. IF … ELSE …
Sintaks:
If (kondisi)
{
Aksi 1
}
else {
Aksi 2
}
Keterangan:
Apabila kondisi bernilai TRUE maka yang akan dijalankan adalah Aksi1,
sedangkan bila kondisi bernilai FALSE maka yang akan dijalankan adalah
Aksi2.
Contoh:
if2.php
<?PHP
$x = 100;
$y = 50;
if ($x < $y)
{
echo "y lebih besar daripada x";
}
else
{
echo "y lebih kecil daripada x";
}
?>
IF … ELSE … juga bisa berbentuk
if (kondisi1)
{
aksi 1
}
else if (kondisi2)
{
aksi 2
}
else
{
aksi 3
}
Keterangan:
Apabila kondisi1 bernilai TRUE, maka aksi 1 dijalankan. Aksi 2 akan dijalankan apabila kondisi1 bernilai FALSE dan kondisi2 bernilai TRUE. Sedangkan Aksi 3 akan dijalankan apabila kondisi1 dan kondisi2 bernilai FALSE.
Contoh:
if3.php
<?PHP
$nilai = 75;
if ($nilai >= 80)
{
$nilai_huruf = "A";
}
else if ($nilai >= 70)
{
$nilai_huruf = "B";
}
else if ($nilai >= 60)
{
$nilai_huruf = "C";
}
else if ($nilai >= 40)
{
$nilai_huruf = "D";
}
else {
$nilai_huruf = "E";
}
echo "Nilai Angka = $nilai<br>Nilai Huruf = $nilai_huruf";
?>

Dengan menggunakan kondisional IF … ELSE kita dapat membuat script PHP dalam satu file yang isinya form dan script pengolahannya. Sebagai contoh, kita akan membuat script yang hampir sama dengan contoh terdahulu yaitu meminta user memasukkan 2 bilangan sebarang kemudian akan tampil hasil jumlahan kedua bilangan tersebut.
input1.php
<?PHP
echo "<html><head><title>Contoh masukan dan proses dalam satu
file</title></head><body>";
If ($submit1)
{
$hasil = $bil1 + $bil2;
echo "Hasil jumlahan kedua bilangan adalah $hasil";
}
else
{
echo "<form method=post action=$PHP_SELF>
Bilangan pertama <input type=text name=bil1><br>
Bilangan kedua <input type=text name=bil2><br>
<input type=submit name=submit1 value=Jumlahkan>
<input type=reset name=reset value=Hapus></form><br>";
}
echo "</body></html>";
?>
Keterangan:
Pertama kali file input1.php dipanggil di browser, akan tampil form karena pada awalnya nilai dari variabel $submit1 adalah FALSE. Setelah diklik disubmit maka nilai $submit1 adalah TRUE (perhatikan name=submit1 pada <input
type=submit name=submit1 value=Jumlahkan>), maka akan tampil hasil
jumlahan kedua bilangan, sedangkan form tidak kelihatan. $PHP_SELF merupakan variabel yang isinya adalah nama file itu sendiri yaitu  input1.php. Jadi dalam hal ini apabila kita mengisikan action=input1.php akan sama dengan bila diisi action=$PHP_SELF. Perhatikan contoh berikut yang memiliki kasus yang hampir sama dengan di atas.
input2.php
<?PHP
echo "<html><head><title>Contoh masukan dan proses dalam satu
file</title></head><body>";
echo "<form method=post action=$PHP_SELF>
Bilangan pertama <input type=text name=bil1><br>
Bilangan kedua <input type=text name=bil2><br<input type=submit name=submit1
value=Jumlahkan><input type=reset name=reset
value=Hapus></form><br>";
If ($submit1)
{
$hasil = $bil1 + $bil2; echo "Hasil jumlahan kedua bilangan adalah $hasil"; }
echo "</body></html>"; ?>

Ketika script di atas dijalankan pertama kali maka akan tampil form. Hasil jumlahan tidak tampak karena kondisi $submit1 masih FALSE. Setelah disubmit, masih akan tampak form dengan hasil jumlahan di bawah form tersebut. Bandingkan
dengan script sebelumnya. Hal ini dikarenakan tampilan form tidak ditentukan oleh
suatu kondisi (tidak di dalam IF… ELSE…). Sedangkan dalam script sebelumnya,
form terletak di IF … ELSE …

c. Switch
SWITCH juga hampir sama dengan IF …
Struktur SWITCH adalah
Switch(kondisi)
{
case konstanta1 :
pernyataan1;
break;
case konstanta2 :
pernyataan2;
break;
case konstanta3 :
pernyataan3;
break;
.
.
.
default :
pernyataan default;
}
Keterangan:
Pernyataan1 akan dijalankan apabila dipenuhi kondisi = konstanta1,
demikian pula untuk pernyataan2 dan pernyataan3. Sedangkan apabila tidak ada
konstanta yang memenuhi kondisi, maka yang akan dijalankan adalah pernyataan
default.
Perhatikan contoh script di bawah ini!
switch1.php
<?PHP
echo "<html><head><title>Contoh Switch 1</title></head><body>";
echo "<a href=$PHP_SELF?op=link1>ini adalah link1</a><br>";
echo "<a href=$PHP_SELF?op=link2>ini adalah link2</a><br>";
echo "<a href=$PHP_SELF?op=link3>ini adalah link3</a><br><br>";
switch ($op)
{
case "link1" :
echo "Anda telah mengklik link1<br>";
echo "Silakan Anda klik yang lain";
break;
case "link2" :
echo "Anda telah mengklik link2<br>";
echo "Silakan Anda klik yang lain";
break;
case "link3" :
echo "Anda telah mengklik link3<br>";
echo "Silakan Anda klik yang lain";
break;
default : echo "Anda belum mengklik link";
}
echo "</body></html>";
?>
2. Looping (Perulangan)
Yang termasuk dalam struktur looping adalah FOR dan WHILE…, dan DO …
WHILE…
a. FOR
Sintaks:
FOR (nilai awal; kondisi; increment)
{
pernyataan1;
pernyataan2;
}
Keterangan:
Pernyataan1 dan pernyataan2, dst akan terus dijalankan selama kondisi yang
diberikan bernilai TRUE.
Perhatikan contoh berikut:
loop1.php
<?PHP
For($i=0;$i<=10;$i++)
{
echo "$i<br>";
}
?>

Pada contoh di atas, nilai awal dari $i adalah 0, incrementnya adalah naik satusatu (karena $i++ sama dengan $i = $i +1). Selama kondisi $i <= 10 bernilai
TRUE maka akan terus mencetak nilai $i. Nilai $i pertama yang tercetak adalah
1 (bukan 0) karena pada iterasi pertama langsung terkena increment (ditambah1).
b. While
Sintaks:
While(kondisi)
{
pernyataan1;
pernyataan2;
}
Keterangan:
Pernyataan1, pernyataan2, dst akan terus dijalankan selama kondisi bernilai
TRUE.
Contoh:
loop2.php
<?PHP
echo "<html><head><title>Contoh WHILE</title></head><body>";
$j = 1;
while($j<=7)
{
echo "<font face=verdana size=$j>Teks ini berukuran $j</font><br>";
$j++;
}
echo "</body></html>";
?>
c. Do ... While ...
Sintaks:
DO
{
pernyataan1;
pernyataan2;
}
WHILE(kondisi);
Hampir sama dengan WHILE, namun perbedaannya adalah paling tidak sekali pernyataan1, pernyataan2, dst akan dijalankan. Hal ini karena pengecekan
kondisi berada di akhir, beda halnya dengan WHILE sebelumnya. Pada WHILE sebelumnya, sebelum masuk perulangan dicek dulu apakah kondisinya TRUE atau FALSE. Sedangkan pada DO … WHILE, dikerjakan dulu baru dicek.
Contoh:
Pernyataan WHILE dari script sebelumnya juga dapat dinyatakan sebagai DO
… WHILE
loop3.php
<?PHP
echo "<html><head><title>Contoh DO… WHILE</title></head><body>"; $j = 1;
do
{
echo "<font face=verdana size=$j>Teks ini berukuran $j</font><br>"; $j++;
}
while($j<=7); echo "</body></html>";
?>

D. Modulasi

Modularisasi dalam pemrograman umum dilakukan dan sangat diperlukan untuk    mempermudah debugging dan pengembangan program. Modularisasi berarti
melakukan pembuatan program berdasarkan modul-modul. Modul dapat berupa fungsi maupun prosedur. Dengan memiliki modul-modul ini diharapkan pemrogram dapat dengan mudah dan cepat mengembangkan aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan. Setiap kali ada modul tambahan, pemrogram harus mengumpulkannya dalam suatu library menjadi semacam koleksi. Sehingga saat dibutuhkan pemrogram cukup menggabunggabungkannya saja.

1. Require
Require adalah suatu bentuk fungsi untuk menggabungkan suatu script PHP atau teks dari file lain dengan script PHP yang memanggilnya. Script atau file yang
digabung tidak harus berisi script program PHP. Teknik require cocok untuk  membuat template yang memudahkan proses pengembangan aplikasi dengan menggunakan template. Pemrogram dan desainer  web dapat dengan mudah melakukan kerja tim untuk membangun suatu situs web.
Contoh:
Diinginkan tampilan untuk halaman web yang kita bangun mempunyai konsistensi
pada layout, bahwa ada header dan footer, dan pada bagian tengah ada isinya.
Untuk itu kita dapat membagi untuk bagian header dan footer sebagai file tersendiri.
Setiap halaman yang akan ditampilkan dapat memanggil/menggabungkan header
dan footer ini dengan menggunakan require.
Header.php
<html>
<head><title>Demo Require</title>
</head>
<body>
<h1>Judul</h1>
Ini adalah contoh penggunaan require<BR>
Footer.php
<p>&nbsp;</p>
<hr>
<small>Copyright 2003 - By CV. Benang Ruwet</small>
</body>
</html>
isi.php
<?PHP
Require "header.php";
?>
<hr>
Selamat Datang
<p>
Bagian ini merupakan bagian isi I</p>
<a href=isi2.php>Klik di sini</a>
<?PHP
Require "footer.php";
?>
isi2.php
<?PHP
Require "header.php";
?>
<hr>
Selamat Datang
<p>
Bagian ini merupakan bagian isi II</p>
<a href=isi.php>Klik di sini</a>
<?PHP
Require "footer.php";
?>
2. Include
Sintak : include(“header.php”);
isi3.php
<?PHP include ("header.php"); ?>
<hr>
Selamat Datang
<p>
Bagian ini merupakan bagian isi III</p>
<a href=isi.php>Klik di sini</a>
<?PHP include ("footer.php"); ?>